Email Telefon
.Kepada Haikal yang terhormat,
Hai Sobat, apa kabar? Sudah lama ya sejak terakhir kali kita bertemu. Aku hanya ingin memastikan kau tahu bahwa aku sangat merindukanmu, Sobat.
Sekitar seminggu yang lalu, aku menerima telepon yang sangat mengejutkan—bisa dibilang salah satu momen paling tak terlupakan dalam hidupku.
Itu terjadi pada hari Senin pagi. Pagi itu tampaknya seperti pagi biasanya—aku menjalani rutinitas, membuka telepon, dan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah. Seperti yang kau tahu, aku tinggal bersama ibuku. Pagi itu aku sempat menyapanya sebelum kami melanjutkan aktivitas masing-masing.
Namun tiba-tiba, semuanya berubah. Aku harus pergi dengan sangat tergesa-gesa dan meninggalkanmu tanpa penjelasan. Maafkan aku, bro. Ternyata, aku mendapat kabar dari petugas medis bahwa ibuku pingsan di depan rumah. Syukurlah, ada tetangga yang langsung membantu dan memanggil ambulans. Ibu segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Aku pun langsung bergegas ke sana, dan sesampainya di sana, perawat mengantarku ke kamar tempat ibuku dirawat.
Yang lebih mengejutkan lagi, ibu didiagnosis mengidap hipertensi. Sulit dipercaya, mengingat ia selalu menjaga pola hidup sehat dan sangat memperhatikan kesehatannya. Tak pernah terbayangkan penyakit itu bisa menyusup ke tubuhnya. Jelas saja aku sangat terkejut.
Tapi aku sangat bersyukur. Berkat bantuan dokter dan seluruh tenaga medis, kondisi ibu kini sudah membaik. Alhamdulillah. Dokter meresepkan obat dan berpesan agar ibu tidak terlalu banyak pikiran dan menghindari stres. Katanya, ini hal yang umum terjadi di usia beliau. Aku setuju dengan penilaian mereka.
Sejak saat itu, aku menjadi lebih protektif terhadap ibu. Hidup memang bukan sesuatu yang abadi, tapi aku bertekad untuk selalu ada di sisinya. Bagiku, hidup adalah anugerah yang luar biasa untuk semua makhluk, dan aku ingin memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin bersama ibu.
Oke, Sobat. Sepertinya aku harus mengakhiri surat ini. Ibu memintaku menemaninya ke supermarket. Sampai jumpa lagi, ya. Sampaikan salam hangatku untuk keluargamu—terutama untuk putrimu yang manis. Katakan padanya, Paman Adam sangat merindukannya.
Salam hangat,
Adam

Tiber lah gengs hahaahahah aku masih tak tau mahu buat aperr
BalasPadam